Get Gifs at CodemySpace.com

Senin, 02 April 2012

ONE-THIRD OF THE WORLD’S PEOPLE DON’T HAVE ENOUGH CLEAN WATER

The problems

Clean water sources are usually disrupted by the use and misuse of water resources such as:

1. Agriculture. Wastage of water due to absence of good drainage on land that is irrigated with irrigation (for savings in the short term) which may eventually lead to loss of water and soil productivity.
2. Industry. Although the industry uses far less water than agricultural irrigation, but water use by industry may carry a more severe impact viewed from two aspects. First, the use of water for the industry are not regulated in the national water resources policy, the likely excessive. Secondly, the disposal of untreated industrial waste may cause pollution of surface water or groundwater, seihingga become too dangerous for consumption. Industrial wastewater is often discharged directly into rivers and canals, pollute it, and ultimately pollute the marine environment, or the waste is sometimes left to soak into the ground water source without any processing. Damage caused by these emissions is through the proportion of its volume. Many modern chemical contamination is so strong that little is enough to make water in a very large volume can not be used for drinking without any special processing.
3. Exploitation of water resources by households en masse.
The situation in urban areas is much worse than in areas where domestic sources are forced to care for underserved by makeshift toilets because of the scarcity of water, and septic tank emptying services booming due to unreliable, or simply by using other means that neither complete and unhealthy. This not only lead to problems for the users themselves, it is often dangerous to others and a threat to the environment because of their waste off without processing.

Due to lack of clean water.
The absence of clean water resulting in:

A. Diarrheal diseases. In Indonesia, diarrhea is the second largest cause of death for children under the age of five. As many as 13 million children under five with diarrhea every year. Contaminated water and lack of knowledge about clean living culture suspected to be the root of this problem. While Indonesia's 100 million people lack access to clean water.
2. Worms.
3. Impoverishment. Households that buy water from vendors to pay twice to six times the average monthly paid by those who have a connection to a private channel for only one-tenth the volume of water.


To improve environmental conditions and water that has been damaged, recovery efforts are required.
- Jointly disseminate water is vital, although the numbers remain, but the seizure of more and more. Hence the need for conservation, from simple starting from our own.
- Be selective in choosing products that use high water.
- Slowing the rate of run-off water.
- Do not throw garbage / waste on the river

To get healthy drinking water we can use solar water disinfection technology (Solar Water Disinfection)
Solar water disinfection is drinking water treated with the hot sun so that the water to be healthy and fit for human consumption.
In principle, solar water disinfection is done by drying the raw water in transparent containers for several hours to allow the heat generated together with UV (Ultra Violet) to kill bacteria in water.

Sabtu, 24 Maret 2012

MOSES GEORGE HOGAN

MOSES GEORGE HOGAN, Lahir pada tanggal 13 Maret 1957 di New Orlean, telah menerima pengakuan dari kenamaan Internasional sebagai pianis, dirigen, dan pengaransir. Seorang tamatan dari New Orleans Center for Creative Arts (NOCCA) dan Oberlin Conservatory of Music di Ohio, dia juga belajar di New York’s Juilliard School Of Music dan Louisiana State University di Batan Rouge. Moses Hogan banyak meraih prestasi termasuk memenangkan pemenang pertama di ajang bergengsi tahunan ke-28 pada Kompetisi Kosciuszko Foundation Chopin di New york dan dia berjanji akan menjadi seorang artis ditempat dimana dia tinggal dan akan tetap menerima tugas dari Layola University di New Orleans. Moses Hogan mulai mengeksplorasi musik dengan paduan suara pada tahun 1980 dengan memimpin ke pembinaan di New Orleans dan secara internasional menyambut Paduan suara Moses Hogan dengan gembira.

Moses Hogan membuat penampilan pertamanya dengan seorang penyanyi sopran Barbara Hendrick pada tahun 1998 di dalam naungan EMI Record Label. Moses Hogan ditugaskan untuk mengatur dan melakukan beberapa komposisi untuk Dokumenter, PBS 1995, THE AMERICAN PROMISE, yang soundtracknya rilis secara terpisah oleh Windham Hill Records The Litle Voices.

Di samping itu, discography nya mencakup warisan Amerika spiritual, dinyanyikan oleh paduan suara Tabernakel Mormon yang terkenal, yang dilakukan oleh Moses Hogan dan Albert McNeil; dua rekaman lagu rohani yang terkenal dengan suara tenornya pada lebel Aria Records dan Channel Classic Records; dengan judul Light of mine dan bersama-sama komisi dari Moses Hogan di dedikasi, dengan kutipan dari "Oxford Book Of Spirituals," MGH Records; berkenan dengan serangkaian Paduan suara Moses Hogan pada tahun 2002, keistimewaan 39 lagu rohani dan lagu kepercayaan, dinyanyikan oleh Moses Hogan dan Paduan suara Moses Hogan, dengan kutipan dari" Oxford Book Of Spirituals," diproduksi dan diatur oleh Moses Hogan, MGH Records; “Lift Every Voice for Freedom” , sebuah koleksi lagu rakyat amerika, syair, hymne, lagu kepercayaan dan lagu patriotic.

Moses Hogan menjabat sebagai seorang editor buku " Oxford Book Of Spirituals,” sebuah koleksi buku rohani, dipublikasikan oleh Oxford University. Pengaturan kontemporer Hogan spiritual, komposisi asli dan karya lain telah dihormati oleh khalayak dan dipuji oleh kritikus termasuk Majalah Gramaphone. Dengan lebih dari 70 karya yang diterbitkan, Moses Hogan telah mengatur bahan pokok di setiap acara yang tersedia di sekolah menengah, perguruan tinggi, gereja, komunitas dan paduan suara profesional seluruh dunia. Gaya paduan suara Moses Hogan, memiliki standard musik tinggi dan acara yang tersedia secara unik punya konsistensi yg dapat menimbulkan pujian dari kritikus seluruh dunia.

.
.
.
.
Re-written by: @ido_4r17
-> http://5trmn.mnt.bz/

Senin, 06 Februari 2012

Kebodohan

Orang bodoh bukanlah orang yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali. Orang bodoh adalah orang yang sudah merasa puas dengan pengetahuan yang sudah dicapai. Selanjutnya, orang miskin bukanlah orang yang tidak memiliki apapun. Orang miskin adalah orang yang merasa tidak mampu mencapai sesuatu yang lebih baik.

Saya lebih menyukai tulisan ini dianggap sebagai sebuah bahan diskusi yang bisa didukung atau dibantah. Saya menganggapnya demikian karena karena luasnya definisi kebodohan begitu juga definisi kemiskinan. Untuk alasan tertentu, orang pintar tidak selalu kaya dan orang miskin juga tidak selalu bodoh. Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan dan riset, setidaknya saya mencatat lima (5) kebodohan yang menyebabkan orang-orang menjadi miskin.

Bodoh menentukan prioritas. Salah satu penyebab gagalnya orang dalam belajar maupun bekerja adalah masalah penentuan prioritas. Banyak sekali orang-orang yang tidak mampu menentukan mana pekerjaan yang seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. Ada banyak juga orang yang tidak mampu mendefinisikan mana saja pekerjaan yang harus diselesaikan nanti atau diselesaikan bersamaan. Kemampuan menentukan prioritas tidak hanya didasarkan pada jenis pekerjaan, tapi juga faktor situasi, kondisi dan kemampuan dari orang yang bersangkutan. Kegagalan menentukan prioritas menyebabkan kehancuran. Ini adalah kebodohan yang banyak dilakukan oleh orang yang punya pekerjaan bukan orang pengangguran.

Bodoh melakukan negosiasi. Kemampuan negosiasi yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk melihat sejauh mungkin keuntungan yang akan didapat oleh rekan negosiasi kita disamping hal yang lain yang juga sama pentingnya adalah menjaga dan memastikan kita juga dapat mencapai kepentingan sendiri. Negosiasi yang baik tentunya adalah negosiasi yang menghasilkan keuntungan di semua pihak yang terlibat. Kesalahan kita menentukan negosiasi, menyebabkan kerugian yang tidak sedikit untuk kita.

Bodoh karena tidak bijaksana. Pintar tidak sama dengan bijaksana. Bijaksana adalah sebuah keputusan yang diambil karena pertimbangan yang matang dan memikirkan banyak faktor. Sebuah peraturan yang baik adalah peraturan yang dibuat berdasarkan kepentingan bersama atau karena sebuah kepentingan yang lebih besar lagi. Bijaksana artinya kita dapat menjalankan keputusan dan berhasil mencapai tujuan yang lebih baik dengan resiko yang sekecil-kecilnya atau bahkan tidak ada.

Bodoh memanfaatkan Otoritas. Menurut John Maxwell, Seorang pemimpin adalah seorang pelayan untuk orang-orang yang dipimpinnya. Disisi lain, seorang pemimpin adalah seseorang yang diberi dan memiliki hak khusus yakni otoritas. Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mengerti otoritas yang diberikan kepadanya. Sebuah otoritas adalah sebuah kesempatan yang diberikan untuk kita agar kita dapat menentukan keputusan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang kita pimpin. Sekali kita salah menentukan fungsi otoritas, kita akan terjebak dalam kebodohan dihadapan anak-anak buah yang kita pimpin. Demikian juga dalam sebuah keluarga, ayah adalah orang yang memiliki otoritas dalam keluarga. Ayah yang tidak dapat mengambil keputusan untuk keluarga adalah ayah yang bodoh.

Bodoh melihat kemampuan orang lain. Kebodohan karena menganggap diri sendiri adalah manusia super yang dapat melakukan segalanya sendirian. Ketika kita gagal membuka kesempatan kepada orang lain untuk berkarya, kita sedang membodohi diri kita sendiri. Bagaimanapun juga, kita butuh orang lain. Suami butuh istri. Teman yang saling mendukung dan membangun. Komunitas yang saling melengkapi dan bertumbuh. Sobat yang menasehati, menegur dan memuji.

Kemiskinan tidak selamanya diukur dengan uang. Idealnya adalah kaya dan dapat menikmatinya dalam Tuhan. Sebaliknya, Tuhan juga tidak menghendaki kita menjadi bodoh karena kebodohan hanya akan membuat kita miskin akan hadirat dan penyertaan Tuhan. Kebodohan juga hanya akan membawa kita kepada ketidakpercayaan kita akan kekuasaan Tuhan. Dan hanya orang bodoh yang selalu menyalahkan Tuhan untuk setiap ketidakadilan yang terjadi. Itu sebabnya Tuhan tidak menghendaki kebodohan.

Jadilah pintar, sobat. Pintar memahami kehendak Tuhan, Yess... :-)

Harapan

Harapan menaruh perhatian pada kebaikan,
dan bukan berulang-ulang mencari keburukan.
Harapan selalu membuka pintu di mana putus
asa senantiasa menutupnya.
Harapan mencari apa yang bisa dikerjakan
dan bukan menggerutu karena kertidaktahuan.
Harapan memancarkan kepercayaan mendalam
terhadap Tuhan dan kebaikan alam.
Harapan “menyalakan terang” dan bukannya
“mengutuki kegelapan”.
Harapan melihat masalah, besar atau kecil,
sebagai kesempatan.
Harapan tidak menghargai khayalan, juga tidak
mengungkapkan kesinisan.
Harapan selalu membentangkan tujuan besar,
dan tidak frustasi dengan kegagalan atau kemunduran.
Harapan selalu mendorong ke depan ketika
mundur begitu mudah untuk dilakukan.
Harapan menghargai kemajuan meski perlahan,
karena sadar bahwa “perjalanan jauh ke muka
selalu dimulai dengan langkah pertama”.
Harapan memaklumi kesalahpahaman,
karena tujannya adalah melayani
dengan lebih baik lagi.
Harapan adalah kalah dengan lapang dada,
karena pada akhirnya kemenangan
pasti akan bersinar.

Secret

Nobody know
Just me
& only me

Nobody feels
Just me
& only me

Nobody see
Just me
& only me

U don't know everything about me
So don't say or do something for me
Please, it just hurt me

My life is mine
My life is my weakness
So please, it just my secret

Rabu, 26 Oktober 2011

KALIMAT, KLAUSA, FRASA, KATA, MORFEM, SUKU KATA, DAN FONEM

KALIMAT, KLAUSA, FRASA, KATA, MORFEM, SUKU KATA, DAN FONEM

•KALIMAT  Satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir
Contoh:
1. Jangan membuang sampah di sembarang tempat. (kalimat perintah)
2. Anak itu memetik bunga-bunga di taman. (kalimat aktif)
3. Tidak terlihat olehku benda yang kau tunjukan itu. (kalimat pasif)
4. Wanita itu berhias di depan cermin. (kalimat medial)
5. Dua bersaudara itu saling mencintai dan saling menyayangi. (kalimat respirokal)

•KLAUSA  Satuan gramatik yang terdiri dari subjek(s) dan predikat(p) baik disertai objek(o) dan keterangan(k) serta memiliki potensi untuk menjadi kalimat.
Contoh:
1. Budi gagal karena dia tidak membaca soal terlebih dahulu
2. Sungguhpun dia sibuk, dia datang juga
3. Budi akan menyertai perlawanan itu jika dibenarkan oleh Ibunya
4. Kalau hujan turun berlarutan, penoreh getah akan menghadapi masalah kewangan
5. Anak itu badannya panas, tetapi kakinya sangat dingin.

•FRASA  Satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat.
Contoh:
1. Dua orang mahasiswa baru itu sedang membaca buku di perpustakaan
2. Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan
3. Ayah akan pergi nanti malam
4. Dalam peristiwa kebakaran kemarin penjaga tokoh menjadi kambing hitam
5. Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli.



•KATA  Kumpulan bunyi ujaran atau satuan bahasa yang memiliki satu pengertian, mengandung arti, atau dalam bahasa tulis.
Contoh:
1. Akibat = Suatu keadaan yang ditimbulkan oleh sebab-sebab tertentu
2. Badai = Ombak besar
3.Cemas = Perasaan was-was, rasa tak tenang karena kawatir, takut, gelisah.
4.Daftar = Catatan atau tulisan tentang nama-nama atau barang-barang secara bersusun
5. Episode = Bagian cerita

•MORFEM  Satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil
Contoh:
1. Morfem Bebas dan Morfem Terikat
↓ ↓
Pulang, makan, rumah ( ter-), (ber-), (henti), (juang)

2. Morfem utuh dan Morfem terbagi
↓ ↓
(meja), (kursi), (kecil) (per- / -an)

3. Morfem segmental dan Morfem super segmental
↓ ↓
Lihat, lah, sikat, ber tekanan, nada. Durasi

4. Morfem Beralomorf Zero

call kala lampau call

5. Morfem bermakna leksikal dan tidak bermakna leksikal
↓ ↓
Kuda, pergi, lari, merah (ber-), (me-), (ter-)










•SUKU KATA  Bagian atau sub dari kata

Contoh:

1. Jam = jam → 1 suku kata
2. Malas = ma – las → 2 suku kata
3. Buku = bu – ku → 2 suku kata
4. Belajar = be- la – jar → 3 suku kata
5. Menari = me- na- ri → 3 suku kata


•FONEM  Satuan bunyi terkecil yang berfumgsi sebagai pembeda arti.

Contoh :

1. P o l a - / p o l a /
2. P a r a n g - / p a r a ŋ /
3. P e r a s - / p 9 r a s /
4. B o l a - / b o l a /
5. B a r a n g - / b a r a ŋ /

Conto-contoh Awalan dan Akhiran kata Dalam Bahasa Inggris

AWALAN KATA
• Awalan – A • Awalan – Ne
1. Atypical 1. Neither
2. Amoral 2. Negative
3. Ante 3. Needle
4. Admitted 4. Nervous
5. Absent 5. Network

• Awalan – X • Awalan – St
1. exaction 1. Stage
2. exaltation 2. Stagger
3. exacting 3. Starry
4. exactable 4. Start
5. exactor 5. Sterling

• Awalan – Di • Awalan – Un
1. disable 1. Unarmed
2. disconnection 2. Undertone
3. disagree 3. Undervalue
4. disarticulate 4. Universal
5. disarm 5. Unleash

• Awalan – Dy • Awalan – Me
1. dysfunction 1. Meander
2. dyspeptic 2. Means
3. dyskinetic 3. Measure
4. dystonic 4. Mechanics
5. dystrophy 5. Meddle

• Awalan – Un • Awalan – En
1. Unable 1. Engrave
2. Unaccountable 2. Engross
3. Unarmed 3. Enlist
4. Unborn 4. Enough
5. Uncle 5. Ensemble




AKHIRAN KATA

• Akhiran – Ch • Akhiran – X
1. Attach 1. Relax
2. Avouch 2. Mix
3. Bewitch 3. Flex
4. Catch 4. Annex
5. Teach 5. Index

• Akhiran – Y • Akhiran – Tion
1. Buy 1. Organization
2. Say 2. Relation
3. Enjoy 3. Promotion
4. Pay 4. Composition
5. Fly 5. Education

• Akhiran – Sh • Akhiran – Ance
1. Brush 1. Importance
2. Banish 2. Distance
3. Refresh 3. Assistance
4. Polish 4. Rememberance
5. Wash 5. Apperance

• Akhiran – Z • Akhiran – Ty
1. Quiz 1. Activity
2. Viz 2. Realitivity
3. Buzz 3. Beauty
4. Apologiz 4. Electricity
5. Razz 5. Density

• Akhiran – S • Akhiran – Cy
1. Across 1. Decency
2. Bless 2. Complacency
3. Discuss 3. Presidency
4. Focus 4. Pregnancy
5. Pass 5. Frequency

Konflik Sosial di Indonesia

Konflik Sosial di Indonesia

Latar Belakang Masalah

Kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini tengah menghadapi ancaman serius berkaitan dengan mengerasnya konflik-konflik dalam masyarakat, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal. Konflik-konflik itu pada dasarnya merupakan produk dari sistem kekuasaan Orde Baru yang militeristik, sentralistik, dominatif, dan hegemonik. Sistem tersebut telah menumpas kemerdekaan masyarakat untuk mengaktualisasikan dirinya dalam wilayah sosial, ekonomi, politik, maupun kultural.
Kemajemukan masyarakat yang seharusnya dapat kondusif ditenggelamkan oleh ideologi harmoni sosial yang serba semu, yang tidak lain adalah ideologi keseragaman. kala itu, kemajemukan dianggap sebagai potensi yang dapat mengganggu stabilitas politik. Karena itu negara perlu menyeragamkan setiap elemen kemajemukan dalam masyarakat sesuai dengan karsanya, tanpa harus merasa telah mengingkari prinsip dasar hidup bersama dalam kepelbagaian. Dengan segala kekuasaan yang ada padanya negara tidak segan-segan untuk menggunakan cara-cara koersif agar masyarakat tunduk pada ideologi negara yang maunya serba seragam, serba tunggal.
Perlakuan Negara yang demikian kean diapresiasi dan diinternalisasi oleh masyarakat dalam kesadaran sosial politiknya. Pada gilirannya kesadaran yang bias state itu mengarahkan sikap dan perilaku sosial masyarakat kepada hal-hal yang bersifat diskriminatif, kekerasan, dan dehumanisasi.
Hal itu dapat kita saksikan dari kecenderungan xenophobia dalam masyarakat ketika berhadapan dengan elemen-elemen pluralitas bangsa. Penerimaan mereka terhadap pluralitas kurang lebih sama dan sebangun dengan penerimaan negara atas fakta sosiologis-kultural itu. Karena itu, subyektivitas masyarakat kian menonjol dan pada gilirannya menafikan kelompok lain yang dalam alam pikirnya diyakini "berbeda". Dari sinilah konflik-konflik sosial politik memperoleh legitimasi rasionalnya. Tentu saja untuk hal ini kita patut meletakkan negara sebagai faktor dominan yang telah membentuk pola pikir dan kesadaran antidemokrasi di kalangan masyarakat.

Negara kita mengalami defisit otoritas, kesadaran bias state masyarakat semakin menonjol dalam pelbagai pola perilaku sosial dan politik. Munculnya reformasi telah menyediakan ruang yang lebih lebar bagi artikulasi pendapat dan kepentingan masyarakat pada umumnya. Masalahnya, artikulasi pendapat dan kepentingan itu masih belum terlepas dari kesadaran bias state yang mengimplikasikan dehumanisasi. Itulah mengapa kemudian muncul pelbagai bentuk tragedi kemanusiaan yang amat memilukan seperti kita saksikan dewasa ini di Aceh, Ambon, Sambas, Papua, dan beberapa daerah lain. Ironisnya lagi, ternyata ada the powerful invisible hand yang turut bermain dalam menciptakan tragedi kemanusiaan itu.
Jadi, reformasi yang tengah kita laksanakan sekarang ini harus mampu membongkar aspek struktural dan kultural yang kedua-duanya saling mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kita tidak dapat semata-mata bertumpu kepada aspek struktural atau sistem kekuasaan yang ada, melainkan harus pula melakukan dislearn atas wacana dan konstruksi pemikiran masyarakat. Di sini kita sebenarnya berada dalam area dominasi dan hegemoni negara seperti yang dibeberkan oleh Karl Marx dan Antonio Gramsci.
Repotnya, apa yang terjadi di Indonesia adalah reformasi, dan bukan revolusi sosial. Gerakan reformasi, karena sifatnya yang moderat, cenderung berkompromi dengan anasir-anasir lama yang pro-status quo. Ini yang disebut Samuel P Huntington sebagai konsekuensi reformasi. Sementara revolusi, karena sifatnya yang radikal, bersikap tegas dalam menghadapi rezim kekuasaan yang lama dan anasir-anasir pro-status quo. Revolusi Bolshevik 1917 di bekas negara Uni Soviet merupakan contoh dari ketegasan sikap para pemimpin gerakan revolusi terhadap anasir kekuatan lama.
Dalam era pandang revolusioner, struktur kekuasaan harus dibalik sedemikian rupa sehingga diujudkan struktur kekuasaan yang benar-benar baru. Itulah mengapa kita rasakan perjalanan reformasi bangsa ini terasa menggemaskan karena lambatnya. Seringkali kita memang tidak begitu sabar untuk menjadi seorang demokrat, namun untuk menjadi seorang revolusioner sejati kita pun acap tidak punya nyali.
Kenyataan bahwa yang terjadi sekarang ini adalah reformasi menuntut segenap elemen dalam masyarakat untuk mereposisi gerakannya agar lebih kondusif bagi akselerasi reformasi. Artinya, kita tidak dapat lagi menggunakan wacana dan metode gerakan sebagaimana dilakukan pada masa kekuasaan Orde Baru. Gerakan sosial apa pun dalam masyarakat harus mulai menyediakan alternatif-alternatif yang lebih konkret kepada para pengambil keputusan.
Mengapa demikian? Karena kekuasaan negara hari ini, meskipun struktur dan sistemnya masih Orde Baru, tetapi di dalamnya mulai berlangsung dinamika yang lebih baik ke arah demokratisasi. Namun demikian ada dua soal yang harus secara terus-menerus dipertegas. Pertama, political will dan konsistensi pemerintah baru untuk melaksanakan agenda reformasi. Kedua, kesediaan masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mempercepat jalannya agenda reformasi.
Dalam konteks pengembangan kehidupan bangsa yang humanis, plural dan demokratis, baik pemerintah maupun masyarakat bertanggung jawab untuk membongkar struktur dan kultur dalam masyarakat yang masih diskriminatif. Kita tidak boleh lagi menyerahkan segala urusan kepada pemerintah sebagaimana yang sudah-sudah. Karena dengan begitu kita sebagai warga negara akan semakin kehilangan peran strategis, sementara pemerintah akan semakin dominan. Inilah momentum yang tepat bagi segenap warga negara Indonesia untuk berpartisipasi semaksimal mungkin dalam mengarahkan dan mengendalikan proses transisi bangsa dan negara ini menuju demokrasi yang sejati, atau minimal demokrasi yang stabil (stable democracy)
Selama berabad-abad, suku-suku bangsa di Indonesia umumnya hidup rukun tanpa benturan yang berarti. Falsafat Pancasila yang bertumpu pada agama lewat Ketuhanan Yang Maha Esa memberi konsep kedamaian abadi. Tiba-tiba pada masa reformasi, konflik kesukubangsaan, agama, pelapisan masyarakat sepertinya ikut mengusik kerukunan itu, seolah-olah menyimbolkan kemerdekaan dari depresi yang mendalam. Ibarat panas setahun dihapuskan hujan sehari. Semacam muncul stimulus perubah kepribadian pelbagai pihak dalam waktu sekejap.







BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Konflik
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Konflik adalah sesuatu yang wajar terjadi di masyarakat, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

2. Faktor penyebab konflik
• Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
• Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula. seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya.
• Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, diantaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial.
• Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

3. Jenis-jenis konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
• konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role)
• konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
• konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
• konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).

4. Akibat konflik
Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :
meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
1. keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
2. perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
3. kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
4. dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
• Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.

5. Contoh konflik
• Konflik Vietnam berubah menjadi perang.
• Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina.
• Konflik Katolik-Protestan di Irlandia Utara memberikan contoh konflik bersejarah lainnya.
• Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis. Ini termasuk konflik Bosnia-Kroasia (lihat Kosovo), konflik di Rwanda, dan konflik di Kazakhstan.


6. Isi
Proses konflik itu akan selalu terjadi di mana pun, siapa pun dan kapan pun. Konflik merupakan realitas permanen dalam perubahan, dan perubahan adalah realitas permanen dalam kehidupan, dan dialektika adanya konflik, perubahan dan kehidupan akan bersifat permanen pula.
Meskipun demikian, konflik tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi liar dan kemudian merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, apalagi tatanan berbangsa dan bernegara yang telah menjadi konsensus nasional. Karena itu, manajemen politik yang ada seharusnya mampu mengendalikan konflik, sehingga dapat menjadinya sebagai kekuatan yang mencerahkan, bukan kekuatan yang menghancurkan.
Kemampuan manajemen politik itu akan ditentukan oleh seberapa jauh dapat menyerap hakikat pendidikan multikultural. Jika tidak, maka manajemen politik akan berubah menjadi manajemen bisnis politik konflik, yaitu menjadikan konflik, sebagai bisnis politik untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar bagi kepentingan dirinya sendiri.
Dalam realitas kehidupan berbangsa, ternyata persatuan mengalami pasang surut. Pada masa menjelang kemerdekaan, maka persatuan bangsa terasa makin menguat dan bergelora di mana-mana, yang kemudian melahirkan semangat dan kekuatan perlawanan kepada penjajah Belanda untuk merebut dan mendapatkan kemerdekaan. Bahkan, agama pun turut memberikan legitimasinya untuk memperkuat perlawanan terhadap penjajahan, sebagai bagian dari panggilan agama, karena agama yang mana pun melarang umatnya untuk melakukan penjajahan atas bangsa yang lainnya. Penjajahan dipandang agama sebagai suatu kezaliman yang harus dilawan oleh siapa pun.
Akan tetapi, setelah kemerdekaan sudah dicapai dan sampailah kita untuk menata kekuasaan negara, maka kita pun segera berhadapan dengan usaha membagi-bagi kekuasaan pemerintahan, dan kepentingan membagi kekuasaan ternyata mempunyai kaitan dengan akar-akar konflik yang berbasis pada faham kedaerahan dan keagamaan, sehingga muncullah konflik politik kekuasaan yang berbasis fanatisme ras, suku dan keagamaan.
Konflik politik kekuasaan yang mencerminkan ketidak-adilan membuat persatuan bangsa terguncang-guncang, terluka, terkoyak, dan sering kali memperlemah rasa persatuan dan solidaritas kebangsaan.
Konflik sosial yang mewarnai pasang surutnya persatuan Indonesia harus menjadi perhatian dan perlu diwaspadai oleh kemampuan manajemen politik bangsa agar tidak berkembang menjadi kekuatan yang memecah belah persatuan Indonesia. Salah satu caranya yang strategis adalah pendidikan multikultural yang dilakukan secara aktual, cerdas, dan jujur.
Pendidikan apa pun bentuknya, tidak boleh kehilangan dimensi multikulturalnya, termasuk di dalamnya pendidikan keagamaan dan keilmuan, karena realitas dalam kehidupan pada hakikatnya bersifat multidimensional. Demikian juga halnya manusia sendiri pada hakikatnya adalah sebagai makhluk yang multidimensional.
Karena itu, pendekatan kepada manusia dan untuk mengatasi problem kemanusiaan yang ada, tidak bisa lain kecuali dengan menggunakan pendekatan yang multidimensional. Dan, di dalamnya adalah pendidikan multikultural
Indonesia adalah sebuah masyarakat majemuk atau bhinneka tunggal ika, yaitu sebuah masyarakat negara yang terdiri atas masyarakat-masyarakat sukubangsa yang dipersatukan dan diatur oleh sistem nasional dari masyarakat negara tersebut. Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk ini penekanan keanekaragaman adalah pada sukubangsa dan kebudayaan sukubangsa. Dalam masyarakat Indonesia, setiap masyarakat sukubangsa secara turun temurun mempunyai dan menempati wilayah tempat hidupnya yang diakui sebagai hak ulayatnya yang merupakan tempat sumber-sumber daya dimana warga masyarakat sukubangsa tersebut memanfaatkan untuk kelangsungan hidup mereka.
Masyarakat majemuk seperti Indonesia, bukan hanya beranekaragam corak kesukubangsaan dan kebudayaan sukubangsanya secara horizontal, tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi, teknologi, dan organisasi sosial-politiklnya (Suparlan 1979). Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia, sebenarnya dalam masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas, Sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi secara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional ( Penekanan dalam masyarakat majemuk, seperti Indonesia, yaitu pada keanekaragaman sukubangsa telah menghasilkan adanya potensi konflik antar-sukubangsa dan antara pemerintah dengan sesuatu masyarakat sukubangsa.
Potensi-potensi konflik tersebut memang sebuah permasalahan yang ada bersamaan dengan keberadaan coraknya yang secara sukubangsa majemuk. Sumber dari permasalahan ini terletak pada siapa atau golongan mana yang paling berhak atas sumber-sumber daya yang ada di dalam wilayah-wilayah kedaulatan dan kekuasaan sistem nasional atau pemerintah pusat.
Dampaknya adalah bahwa kesukubangsaan atau jatidiri sukubangsa sebagai sebuah kekuatan sosial yang tidak bisa ditawar, yang muncul dalam interaksi sosial, menjadi sebuah acuan yang ampuh dalam upaya kohesi sosial dan solidaritas diantara sesama anggota sukubangsa dalam persaingan dan perebutan sumber-sumber daya yang secara adat menjadi hak mereka. Dampak lebih lanjut dari pengaktifan dan penggunaan kesukubangsaan dalam kehidupan sosial adalah ditegaskannya batas-batas kesukubangsaan oleh masyarakat sukubangsa setempat berkenaan dengan hak tersebut, yaitu siapa yang tergolong asli pribumi setempat, siapa yang pribumi setempat tetapi tidak asli, siapa yang pendatang, dan siapa yang asing. Penggolongan kesukubangsaan ini mempunyai buntut perlakuan sosial, politik, dan ekonomi oleh masyarakat sukubangsa setempat terhadap berbagai golongan tersebut diatas berupa tindakan-tindakan diskriminasi dari yang paling ringan .

7. Fenomena dan Dampak Konflik
Realita konflik di lapangan adalah munculnya kerusuhan, saling hasut-menghasut, caci-maki, menyiksa, mencederai, memperkosa, membunuh secara sadis atau penuh pertentangan bathin, membakar, merampas hak milik orang lain, mengusir, penghilangan dokumen-dokumen penting, membakar, dll.
Konflik yang berkepanjangan selalu menyisakan ironi dan tragedi. Kekerasan yang terjadi dalam rentang waktu lama menjadikannya sebagai perilaku yang seolah wajar dan bahkan terinstitusionalisasi. Akibatnya lingkaran setan kekerasan menjadi mata rantai yang semakin sulit untuk diputuskan. Karena perasaan masing-masing pihak adalah victim (korban) memicu dendam yang jika ada kesempatan akan dibalaskan melalui jalan kekerasan pula. Belum lagi kerusakan dan kerugian materiil yang harus di tanggung, sungguh tak terperikan lagi. Sebesar 15% responden menyatakan bahwa dampak konflik adalah jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, 11,4 % menyatakan kehilangan pekerjaan, 11,6% menyatakan konflik telah membuat mereka yang tadinya akur dan rukun terpaksa harus saling berkelahi karena perbedaan identitas, bahkan 12,4% menyatakan bahwa perkelahian dan konflik tersebut mengakibatkan putusnya hubungan kekeluargaan diantara mereka yang secara kebetulan berbeda identitas etnis atau agama. Kerugian materiil, berupa kerusakan sarana ibadah dan sarana pendidikan masing-masing diutarakan oleh 9,8% dan 7,8% resoponden.
Dampak terbesar dari konflik yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius, justru adalah pada aspek psiko-sosial masyarakat. Yaitu sebesar 16,7% responden menyatakan konflik telah membuat mereka selalu dihinggapi rasa takut dan merasa selalu tidak aman. Akibatnya, diantara kelompok-kelompok masyarakat timbul rasa saling curiga dan mengikis rasa kepercayaan diantara warga masyarakat (distrust), dinyatakan oleh 15% responden.
Dampak konflik lainnya adalah mengundang turun tangan keluarga dan sanak saudara dari kepulauan, kecamatan, kabupaten, propinsi hingga ibu kota negara datang membantu keluarganya secara ekonomi, tenaga, ikut berperang dll. Di sudut agama terpanggil rasa solidaritas se-agama dari pelbagai organisasi sosial keagamaan dari pelbagai penjuru tanah air hingga dari luar negeri. Kondisi ini dimanfaatkan pula oleh para pencuri, menyaru sebagai penyelamat-pemihak ternyata mejarah milik semua pihak.
Pasca konflik, ekses masih berlanjut, perumahan, lembaga pendidikan, perkantoran, sarana ibadah musnah setidaknya hancur, kehilangan harta benda, mata pencaharian dan sanak saudara, orang cacat, putus sekolah, penderita keabnormalan jiwa, saling curiga, hari depan yang suram, pihak keamanan dan birokrasi kehilangan kharisma, dll.
Trauma komunal seperti ini akan menimbulkan luka yang mendalam dan menyakitkan. Trauma komunal ini juga akan melahirkan ’pahlawan’ dan ’martir’ dari kedua belah pihak yang bertikai, berikut kenangan akan pengorbanannya yang digunakan untuk memperdalam perpecahan yang nyata diantara kelompok identitas yang berkonflik



Cara Penanganan Konflik
Konflik yang terjadi di lima wilayah Sampit, Sambas, Ambon, Poso dan Ternate, menampilkan interaksi yang rumit antara kekuatan-kekuatan yang berbeda. Namun demikian semua kasus di tiap wilayah mewakili jenis konflik yang mengakar dan berkepanjangan. Karenanya, kesemuanya membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda dan institusi yang berbeda pula untuk mengelola pertikaian dan membangun perdamaian yang berkelanjutan. Lebih jauh, masing-masing membutuhkan penciptaan struktur yang terancang baik yang sengaja ditujukan untuk kebutuhan yang spesifik. Karena itu sesungguhnya, tidak ada ”resep manjur” yang dapat diterapkan untuk mengatasi segala jenis konflik.
Di sinilah justru kelemahan dari upaya penanganan yang selama ini sudah dilakukan pemerintah. Dimana pola penanganan konflik di tiap wilayah cenderung ”diseragamkan”. Hal tersebut terlihat dari respon masyarakat yang menyatakan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah selain memberikan bantuan fisik materiil, seperti sembako, atau tempat penampungan hanya berkisar pada fasilitasi dialog (diutarakan oleh 46,3% responden), penjagaan oleh aparat keamanan (34,4%) dan sosialisasi perdamaian (19,2%).
Upaya-upaya yang lebih menyentuh persoalan yang mendasar dan substansi sebagaimana dikemukakan dalam point cara penanganan konflik, seperti penguatan basis sosial dan ekonomi masyarakat, pengaturan penguasaan sumber daya ekonomi secara lebih adil dan seterusnya belum banyak dilakukan. Akibatnya, pemerintah seringkali terjebak dalam paradigma menyelesaikan konflik dan bukannya mengelola konflik.
Dalam konteks teori-teori penanganan konflik yang dikemukakan Bloomfield, Ben Rielly, Charles Nupen, Pieter Haris yang telah dikutipkan terdahulu, maka respon masyarakat di lima wilayah konflik terhadap cara penyeleaian konflik yang mereka alami sungguh relevan dengan paradigma penanganan konflik mutakhir itu, dimana sebagian besar responden 73,2% menyatakan agar penyelesaian konflik dilakukan sendiri oleh masyarakat di masing-masing desa dengan melibatkan para tokoh agama, adat, etnis dan berbagai pemuka dan komponen masyarakat yang kompeten. Disusul kemudian 13% menginginkan agar penyelesaian konflik dilakukan di rumah ibadah saja, dengan difasilitasi oleh para pemuka agama. Hanya 7,5% saja yang menginginkan agar konflik diselesaikan di kantor polisi serta 5,7% saja yang menyatakan agar diselesaikan di pengadilan.
Untuk mempercepat proses penanganan konflik tersebut, maka warga masyarakat daerah konflik mengusulkan agar masing-masing pihak bisa lebih mengembangkan sikap saling menghargai, diutarakan oleh 27,6% responden. Selain itu juga harus dikembangkan sikap tenggang rasa (18,5%), bersedia untuk berbaur dan tidak mengelompok secara eksklusif (16,6%), serta mau bergotong (15,5%).



BAB III
PENUTUP

Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society), pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan tersebut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa. Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman kelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi-budayanya itu, tidak hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat di masa mendatang, tetapi juga berpotensi mendorong timbulnya konflik sosial yang dapat mengancam sendi-sendi integrasi negara-bangsa (nation-state), jika dinamika kemajemukan sosial-budaya itu tidak dapat dikelola dengan baik.
Sebagai unsur pembentuk sistem sosial masyarakat majemuk, kelompok-kelompok etnik memiliki kebudayaan, batas-batas sosial-budaya, dan sejumlah atribut atau ciri-ciri budaya yang menandai identitas dan eksistensi mereka. Kebudayaan yang dimiliki kelompok etnik menjadi pedoman kehidupan mereka dan atribut-atribut budaya yang ada, seperti adat-istiadat, tradisi, bahasa, kesenian, agama dan paham keagamaan, kesamaan leluhur, asal-usul daerah, sejarah sosial, pakaian tradisional, atau aliran ideologi politik menjadi ciri pemerlain atau pembeda suatu kelompok etnik dari kelompok etnik yang lain. Kebudayaan dan atribut sosial-budaya sebagai penanda identitas kelompok etnik memiliki sifat stabil, konsisten, dan bertahan lama.
Konflik erjadi yang berwujud wilayah rusuh di Indonesia merupakan akumulasi dari kerapuhan persatuan dan kesatuan warga masyarakat heterogen dalam satuan-satuan wilayah kebudayaan dengan kepentingan konspirasi kelompok-kelompok tertentu di dalam negeri serta pihak asing. Kepentingan itu dilaterbelakangi tujuan politik, ekonomi dan agama.
Upaya itu tidak mencapai sasaran puncak karena ditingkat elit dan pelaksana pihak keamanan dan birokrasi mayoritas masih komit dengan negara kesatuan sehingga serius memperkecil zona konflik dan kefatalan pelbagai dampaknya. Masyarakat dari berbagai suku dan agama juga tidak memiliki basic yang kuat memasuki kancah konflik bahkan sebaliknya dari semula sudah terbiasa hidup rukun dan damai dalam pelbagai perbedaan.
Namun begitu karena masyarakat telah semakin berpendidikan dan cerdas, ditambah dengan nuansa reformasi secara mencuatnya konsep HAM, mereka menginginkan agar pelbagai pihak yang terkait dengan pembangunan kehidupan mereka, seyogyanya mengikutsertakannya dalam merancang program itu sehingga sesuai sasaran
























DAFTAR PUSTAKA
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/11/opini/arke45.htm
www.wikipedia.org / wiki / konflik
www.kompas.com
www.scripps.ohiou.edu/news/cmdd/artikel_ps2.htm
http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/2005/rusmin.htm

Sabtu, 22 Januari 2011

Cerita Lucu..

-----Lukisan Raja Hanya Bermata Satu-----
.
Pada zaman dahulu ada seorang raja, raja itu cacat, dia hanya mempunyai mata satu.

Pada saat ulang tahunnya dia meminta pada pengawalnya untuk dicarikan para pelukis yang handal. Setelah didapatnya para pelukis itu, disuruhlah dia untuk melukis wajah sang raja.

Pelukis yang pertama, dia melukis raja apa adanya, dibuatnya pada kanvas seorang raja yang mempunyai mata satu, raja marah karena tidak terima, maka dibunuhlah pelukis itu.

Pelukis yang kedua, dia melukis raja itu dari samping, sehingga raja tidak kelihatan cacatnya, tapi raja tetap marah, lalu dibunuhnya lagi pelukis itu.

Pelukis yang ketiga, dia sudah sangat ketakutan, tetapi dia punya ide yang cemerlang, sedikit demi sedikit dia menyelesaikan lukisannya, raja sangat senag akan lukisannya, karena dia melukis raja dengan pose raja sedang menembak!




.
.
-----Apa Beda mulut atas dan mulut bawah.-----
.
Ada 3 wanita yang sepulang sekolah mengajukan sebuah pertanyaan kepada teman lainnya.
Cewek 1: “Ayo apa beda mulut atas dan mulut bawah?”
Cewek 2: “Kalo mulut atas horizontal dan kalo mulut bawah vertikal”
Cewek 3: “Mulut atas masih muda(punya gigi)yang mulut bawah sudah tua (ompong)”
Cewek 1: “Jawaban kalian salah yang bener kalo mulut atas udah makan nasi kalo mulut bawah masih ngompeng”




.

-----Ujian Untuk Tiga Setan yang Telah Diampuni-----
.
Tiga setan akan dimasukkan ke neraka.Mereka masing-masing adalah setan pencuri,setan pemerkosa,dan setan sodomi alias bonga-bonga.Mereka memohon untuk diberikan kesempatan sekali lagi hidup di dunia agar bisa berbuat baik.

Kemudian penjaga neraka mengatakan “Baiklah,kalian boleh hidup di dunia,tetapi sekali saja kalian melakukan dosa,kalian akan kumasukkan ke neraka jahanam…

“Triiing…”

Tiba-tiba mereka ada di dunia. Ketiga setan ini kemudian pergi ke pasar.Ketika di pasar,mereka melihat cewe seksi montok,cantik banget..pake rok mini bgt…ngeliat itu,setan pemerkosa gatel…udah kaga tahan.

Dia mikir “Gue perkosa aja lah..urusan dosa belakangan..” Tanpa berpikir lagi setan pemerkosa langsung “make” tuh cewe. Triing…tiba-tiba si setan pemerkosa ngilang…

“Wah,dia di kirim ke neraka jahanam tuh”, kata setan pencuri. Setan sodomi dan pencuri pulang naek bis, pas diatas bis,setan pencuri ngeliat dompet jatoh dilantai bis… Tangannya dah gatel banget buat ngambil dompet itu, dia nungging sambil ngejulurin tangannya mau ngambil dompet itu, tapi dia mikir sambil nungging,

“Wah, ntar gue dikirim ke jahanam lagi, mendingan gue tanya dulu ama si setan sodomi…”

Waktu dia berdiri tiba-tiba…Triiiing…si setan sodomi ngilang…




.

-----Lomba kencing-----
.
Ini adalah lomba kencing dan yang menjadi pesertanya adalah
> Indonesia
> Amerika
> Cina

Amerika mulai kencing dan yah… 1 bak penuh
penonton : (tepuk tangan)
Cina mulai kencing, wah.. 1 tank full
penonton : (tepuk tangan)
Indonesia kencing.
Indonesia : Surrrrr (bunyi air kencing)
Penonton : ….
Indonesia : kok gak tepuk tangan penontonnya.




.

-----Wong Ndeso gebleg-----
.
Ada seorang yang berasal dari pedalaman desa, ia pergi ke kota…
didesanya ia terkenal kaya, namun ini adalah pengalaman pertamanya ke kota,

ketika ia berjalan kesana kemari, ia merasakan dahaga yang teramat sangat…
kemudian ia mampir ke sebuah rumah makan kecil / kantin,
sebelum memesan ia melihat-lihat daftar menu minuman yang pelayan berikan padanya, namun karena uang nya tinggal pas-pasan(padahal uang nya di Bank melimpah, namun tak mengerti cara mengambil uang di ATM)

Pelayan: Pak, pesan apa..??
Orang desa: ini saja, sambil menunjukkan pilihan nya di daftar minuman (Teh panas)
Pelayan: ada lagi pak..??
Orang desa: tidak, terima kasih,,,
Pelayan: mohon ditunggu sebentar pak,,,

tidak lama kemudian pelayan datang menghidangkan minuman Teh panas yang ia pesan,

pelayan: ini pak, silahkan…
Orang desa: terima kasih,

orang desa itu langsung menyantap minuman yg di hidangkan pelayan,
shrruuuuuuuppp…..shrruuuuuuuppp…..shrruuuuuuup pp…..
sambil meniup2 karena panas,
pelayan pun terheran2 melihatnya,

pelayan: maaf pak, pelan-pelan minum nya masih panas,
orang desa: ya, saya buru2 mas, takut dingin…
pelayan: kenapa pak..???
orang desa: kan di daftar harga nya teh panas Rp.2.000 sedangkan teh dingin Rp.3.000 mas, uang saya pas-pasan mas…



.
.
-----Kalah Ukuran Anunya-----.
.
Seorang pria Perancis yang memiliki ukuran anu “wah size”, berkeliling disebuah pusat pertokoan obat obatan Asia. Dengan maksud ingin memamerkan anu-nya yang wah.

Si Perancis berpura-pura hendak membeli kondom di setiap toko yang di masukinya. Di sebuah toko obat milik orang Indonesia tanpa ragu-ragu si Prancis menghampiri penjaga toko,

“Ada jual kondom ?” tanyanya sambil menimang-nimang ‘anu’-nya, penjaga toko dengan gagap menjawab,

“Ti..ti..ti..tidak ada mister !?”

Dengan bangga si Prancis pun keluar toko sambil melihat-lihat toko yang lain. Kemudian dia masuk ke sebuah toko obat lain yang pemiliknya orang Cina. Bertanya lagi si Prancis “Ada jual kondom ?!” tanya si Perancis kepada penjaga toko sambil tetap menimang-nimang “anu”nya, si penjaga toko dengan terbata-bata berkata

“Haiya..ukulan anu tuang,..di sini tidak..adaa..haiya !?”. Kembali si Prancis keluar toko dengan bangga.

Begitu terus kelakuan si Prancis pada setiap toko obat yang di laluinya.

Sampai si Prancis mencoba masuk ke toko obat milik orang arab, kebetulan waktu itu yang menjaga toko pemiliknya sendiri karena pembantunya (orang arab juga) sedang merapihkan gudang. Masuklah si Prancis, kemudian dia menghampiri pemilik toko obat tersebut.

Seperti yang sudah-sudah kembali si Prancis dengan maksud memamerkan benda “pusaka”nya, bertanya dia pada pemilik toko,

“Ehemm..Ada jual kondom ukuran ini ?!”,
tanya si Prancis sambil menunjuk ke “anu”nya. Pemlik toko,Dengan sikap melayani pembeli, berkata pemilik toko “Tunggu sebentar,…pelayan saya ada
di belakang..!?”,

Dengan logat Arab-nya yang kental pemilik toko berkata kepada pembantunya
“Ahmad.. tolong ambilkan kondom UKURAN ANAK-ANAK.!!”



.
.
-----Kebohongan Terbesar & Anak Kecil Yang Jadi Korbannya-----
.
Lagu anak-anak yang populer ternyata
mengandung kesalahan, mengajarkan
kerancuan,
dan menurunkan motivasi.

mari kita buktikan :

1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya…
merah,
kuning, kelabu.. merah muda dan biru…
meletus
balon hijau, dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb.,
kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah
balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !
bukti kalo sejak kecil anak2 di indonesia
sudah diajarkan korupsi
punya balon warna hijau tapi disembunyiin

2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang
panjang…
kalo berjalan prok..prok..prok… aku seorang
kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang
pedangnya,
tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya
(inkonsis- tensi). Harusnya dia tetap konsisten,
misal jika ingin cerita tentang sepatunya
seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai
sepatu
baja (bukan pedang panjang)…
kalo berjalan prok..prok..prok..” nah, itu baru
klop! jika ingin cerita tentang pedangnya,
harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang
panjang… kalo berjalan ndul..gondal..gandul..
atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg
kondisi pedang panjangnya!

3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa
menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu..
membersihkan tempat
tidurku..”
Perhatikan setelah habis mandi langsung
membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat
anak-anak tidak bisa terprogram secara baik
dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-
buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju
dulu
dan tidak langsung membersihkan tempat tidur
dalam kondisi basah dan telanjang!

4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi
sekali..
kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara..
2X”
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan
konsen-trasi, semangat dan motivasi! Pada
awal
lagu terkesan semangat akan mendaki gunung
yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah
melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi
bingung
dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh
ke
kiri ke kanan aja, gak maju2!

5. “Naik kereta api tut..tut..tut.. siapa hendak
turut ke Bandung.. Sby.. bolehlah naik dengan
naik percuma..
ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti
lama”
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-
anak
kalo sudah dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur
Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang
berbunyi..
bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2..
mengangguk2
sambil bernyanyi tri li li..li..li..li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan
kepada anak2 akan realita yg sebenarnya.
Burung
kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..cuit.
.!
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang,
bukan burung!

7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang
makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi
anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah
kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo
anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi
gak pagi gak malem ya minum susu!

8.Waktu gw seminar kesulitan belajar pada anak
dikasih contoh lagu nina bobo nina bobo oh
nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk
menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2
indonesia diajak tidur dgn lagu yg
“mengancam”

9.Bintang kecil dilangit yg biru…(Bintang khan
adanya malem,lah kalo malem bukannya langit
item?)

10.Ibu kita Kartini…harum namanya.(Namanya
Kartini
atau Harum?)

11.Pada hari minggu..naik delman istimewa
kududuk di muka.(Nah,gak sopan khan..)

12.Cangkul-cangkul,cangkul yang dalam,
menanam
jagung dikebun kita…(kalo mau nanam
jagung,ngapain dalam-dalam emang mo bikin
sumur ~_~!)

Sabtu, 13 November 2010

about myself

Informasi Umum
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tanggal Lahir: 12 Mei 1992
Kakak-Adik:
Wendro AfriadiPardosi(Abang)
Roi Susanto Pardosi (Abang)
Maya Kristina Pardosi (Kaka)
Dipah Febrianti Pardosi (Adek)
Orangtua: Ayah : (+) J.Pardosi, Ibu : A. Br.Napitupulu

n
Tertarik Pada: Perempuan
Mencari: Persahabatan
Teman Kencan
Pacar
Kota Sekarang: Medan, Indonesia
Kota Asal: Medan, Indonesia
Pandangan Politik: Demokratik Sol Parti, dan Pasmakpan Medan
Agama: Kristen
Bio (@_^) __ (^_@)
.
.
I'm a gooD boyZ ^_^
Nervous....Pendiam,,pemalu... Tapi diam2 Makan Dalam
hehehe.....
Kutipan Favorit .....
Sunting
Pendidikan dan Pekerjaan
Perusahaan

* Palm Garden Hotel IOI ResortOktober 2008 sampai April 2009
Housekeeping n Food & Beverage
Kuala Lumpur, Malaysia
Industry working Practices

Perguruan Tinggi

* Darma agung university Medan,Indonesia '10
Fakulty of Letter, English Literature


Pendidikan

* Tk Katolik Mariana Medan '98
* SD Neg.83 Medan '99
* SMP Neg.18 Medan '04
* SMK Neg.8 Medan '07

Sunting
Kesukaan dan Minat
Aktivitas
Listen Music, Renang, Kumpul Bareng Sama Temen Temen

Listen Music
Musik
Avenged Sevenfold, Muse, My Chemical Romance, System of a Down, Secondhand Serenade, Kerispatih, Christian Bautista, sweet sugar, The Odds, NEUSTRO MAJOR, Scream Of Peace, CECARA, Choir

Avenged Sevenfold
Film
Upin & Ipin, The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, Wanted, Ongbak, Team Twilight, Eat Pray Love

Upin & Ipin
Televisi
MTV, Metro Tv News

MTV
Tampilkan Halaman lain
Lihat halaman lainnya
Sunting
Informasi Kontak
Telepon
Telepon Seluler 6285261262429
Telepon Lainnya 62618472411
Alamat

* jl perkutut gg mulia no 383 c
* helvetia, Medan, Indonesia 20124

Email

* wido_ro@yahoo.com.my, Widoro4r17@gmail.com


Facebook facebook.com/widoro.pardosi

Jumat, 12 November 2010

Tips BELAJAR BAHASA INGGRIS SEDERHANA

Tips Sederhana Belajar Bahasa Inggris

Berikut ini adalah beberapa saran yang para pelajar bahasa Inggris (English learner) perlu lakukan untuk menyempurnakan ketrampilan bahasa Inggris mereka.

1. Study English regularly - Belajarlah bahasa Inggris secara teratur. Langkah pertama adalah mendengar. Kita harus mendengar kata-kata, kalimat atau pengucapan bahasa Inggris. Langkah kedua adalah mencoba mengetahui bagaimana mereka itu ditulis. Ketika kita telah mengetahuinya maka langkah ketiga adalah membaca. Kita perlu membaca kata-kata atau kalimat beberapa kali sampai pengucapan bahasa Inggris kita benar. Jika kita bisa membaca dengan baik maka langkah ke empat adalah menulis. Cobalah menulis kalimat atau kata-kata dengan ejaan yang benar.

2. Think in English. Ketika belajar bahasa Inggris, kita mendengar, berbicara atau membaca, dan menulis. Hal yang paling penting yang harus kita kuasai adalah berpikir dalam bahasa Inggris. Kelilingilah dirimu dengan bahasa Inggris termasuk pikiranmu. Dengan kata lain BERPIKIRLAH DALAM BAHASA INGGRIS. Ini kelihatannya aneh tetapi anda harus melakukan hal itu. Berapa orang berkata bahwa indikator untuk hal ini adalah ketika Anda tidur dan bermimpi dalam bahasa Inggris. Pagi berikutnya ketika Anda bangun, cobalah ingat apakah tadi malam Anda bermimpi dalam bahasa Inggris (Dream in English).

3. Practice your English. Praktekkan bahasa Inggris Anda denga
n siapa saja. anda bisa mempraktek berbicara bahasa Inggris dengan teman, guru, tetangga, atau teman kerja

4. Read in English. Jangan lupa untuk meluangkan waktu membaca cerpen, novel atau buku dalam Bahasa Inggris.


oleh: McMarthy
Pengarang : Charles Roring

* Summary rating: 3 stars (41 Tinjauan)
* Kunjungan : 3481
* kata:600
* Comments : 3


Tips Sederhana Belajar Bahasa Inggris

Berikut ini adalah beberapa saran yang para pelajar bahasa Inggris (English learner) perlu lakukan untuk menyempurnakan ketrampilan bahasa Inggris mereka.

1. Study English regularly - Belajarlah bahasa Inggris secara teratur. Langkah pertama adalah mendengar. Kita harus mendengar kata-kata, kalimat atau pengucapan bahasa Inggris. Langkah kedua adalah mencoba mengetahui bagaimana mereka itu ditulis. Ketika kita telah mengetahuinya maka langkah ketiga adalah membaca. Kita perlu membaca kata-kata atau kalimat beberapa kali sampai pengucapan bahasa Inggris kita benar. Jika kita bisa membaca dengan baik maka langkah ke empat adalah menulis. Cobalah menulis kalimat atau kata-kata dengan ejaan yang benar.

2. Think in English. Ketika belajar bahasa Inggris, kita mendengar, berbicara atau membaca, dan menulis. Hal yang paling penting yang harus kita kuasai adalah berpikir dalam bahasa Inggris. Kelilingilah dirimu dengan bahasa Inggris termasuk pikiranmu. Dengan kata lain BERPIKIRLAH DALAM BAHASA INGGRIS. Ini kelihatannya aneh tetapi anda harus melakukan hal itu. Berapa orang berkata bahwa indikator untuk hal ini adalah ketika Anda tidur dan bermimpi dalam bahasa Inggris. Pagi berikutnya ketika Anda bangun, cobalah ingat apakah tadi malam Anda bermimpi dalam bahasa Inggris (Dream in English).

3. Practice your English. Praktekkan bahasa Inggris Anda denga
n siapa saja. anda bisa mempraktek berbicara bahasa Inggris dengan teman, guru, tetangga, atau teman kerja.

4. Read in English. Jangan lupa untuk meluangkan waktu membaca cerpen, novel atau buku dalam Bahasa Inggris.

5. Write in English. Jika Anda serius dengan belajar. Mungkin Anda dapat mulai menulis dalam bahasa Inggris. Jika tidak yakin dengan ejaan bahasa Inggris tertentu lihatlah di kamus.
Belaja bahasa Inggris tidak akan berhasil hanya dalam satu malam saja. Ia membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Jika belajar bahasa Inggris secara teratur, hari demi hari, bahasa Inggris Anda akan semakin baik. Semoga berhasil.

Tips Sederhana Belajar Bahasa Inggris

Berikut ini adalah beberapa saran yang para pelajar bahasa Inggris (English learner) perlu lakukan untuk menyempurnakan ketrampilan bahasa Inggris mereka.

1. Study English regularly - Belajarlah bahasa Inggris secara teratur. Langkah pertama adalah mendengar. Kita harus mendengar kata-kata, kalimat atau pengucapan bahasa Inggris. Langkah kedua adalah mencoba mengetahui bagaimana mereka itu ditulis. Ketika kita telah mengetahuinya maka langkah ketiga adalah membaca. Kita perlu membaca kata-kata atau kalimat beberapa kali sampai pengucapan bahasa Inggris kita benar. Jika kita bisa membaca dengan baik maka langkah ke empat adalah menulis. Cobalah menulis kalimat atau kata-kata dengan ejaan yang benar.

2. Think in English. Ketika belajar bahasa Inggris, kita mendengar, berbicara atau membaca, dan menulis. Hal yang paling penting yang harus kita kuasai adalah berpikir dalam bahasa Inggris. Kelilingilah dirimu dengan bahasa Inggris termasuk pikiranmu. Dengan kata lain BERPIKIRLAH DALAM BAHASA INGGRIS. Ini kelihatannya aneh tetapi anda harus melakukan hal itu. Berapa orang berkata bahwa indikator untuk hal ini adalah ketika Anda tidur dan bermimpi dalam bahasa Inggris. Pagi berikutnya ketika Anda bangun, cobalah ingat apakah tadi malam Anda bermimpi dalam bahasa Inggris (Dream in English).

3. Practice your English. Praktekkan bahasa Inggris Anda denga
n siapa saja. anda bisa mempraktek berbicara bahasa Inggris dengan teman, guru, tetangga, atau teman kerja.

4. Read in English. Jangan lupa untuk meluangkan waktu membaca cerpen, novel atau buku dalam Bahasa Inggris.

5. Write in English. Jika Anda serius dengan belajar. Mungkin Anda dapat mulai menulis dalam bahasa Inggris. Jika tidak yakin dengan ejaan bahasa Inggris tertentu lihatlah di kamus.
Belaja bahasa Inggris tidak akan berhasil hanya dalam satu malam saja. Ia membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Jika belajar bahasa Inggris secara teratur, hari demi hari, bahasa Inggris Anda akan semakin baik. Semoga berhasil.

Doa Bapa Kami (Berbagai Bahasa)

Bahasa Indonesia

Bapa kami yang ada di surga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga
Berikanlah kami pada hari ini
makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat
[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin.]



Bahasa Tionghoa

我們在天上的父,
願人都尊祢的名為聖,
願祢的國降臨,
願祢的旨意行在地上,如同行在天上。
我們日用的飲食,今日賜給我們,
免我們的債,如同我們免了人的債,
不叫我們遇見試探,
救我們脫離兇惡,
[因為國度、權柄、榮耀,全是祢的,
直到永遠。阿們! ]



Bahasa Denmark

Vor Fader, du som er i himlene!
Helliget blive dit navn,
komme dit rige,
ske din vilje
som i himlen således også på jorden;
giv os i dag vort daglige brød,
og forlad os vor skyld,
som også vi forlader vore skyldnere,
og led os ikke ind i fristelse,
men fri os fra det onde.
[For dit er Riget og magten og æren i evighed!
Amen.]



Bahasa Belanda

Onze Vader in de hemel,
laat uw naam geheiligd worden,
laat uw koninkrijk komen
en uw wil gedaan worden
op aarde zoals in de hemel.
Geef ons vandaag het brood
dat wij nodig hebben.
Vergeef ons onze schulden,
zoals ook wij hebben vergeven
wie ons iets schuldig was.
En breng ons niet in beproeving,
maar red ons uit de greep van het kwaad.
[Want aan u behoort het koningschap,
de macht en de majesteit tot in eeuwigheid.
Amen.]


Bahasa Inggris

Our Father in heaven,
Hallowed be your name,
Your kingdom come,
Your will be done,
On earth as in heaven.
Give us today our daily bread.
Forgive us our sins as we forgive those who sin against us.
Save us from the time of trial,
And deliver us from evil.
[For the kingdom, the power, and the glory are yours,
Now and forever. Amen.]



Bahasa Jerman

Unser Vater im Himmel,
Dein Name werde geheiliget.
Dein Reich komme.
Dein Wille geschehe auf Erden wie im Himmel.
Unser tägliches Brot gib uns heute.
Und vergib uns unsere Schulden, wie wir unsern Schuldigern vergeben.
Und führe uns nicht in Versuchung,
sondern erlöse uns von dem Übel.
[Denn dein ist das Reich und die Kraft und die Herrlichkeit in Ewigkeit.
Amen.]



Bahasa Swedia

Fader Vår som är i Himmelen.
Helgat varde Ditt namn.
Tillkomme Ditt Rike
Ske Din vilja, såsom i Himmelen
så ock på Jorden.
Vårt dagliga bröd giv oss idag
Och förlåt oss våra skulder
såsom ock vi förlåta dem oss skyldiga äro
och inled oss icke i frestelse
utan fräls oss ifrån ondo.
[Ty Riket är Ditt och Makten och Härligheten
i Evighet.
Amen]



Bahasa Perancis

Notre Père qui es aux cieux!
Que ton nom soit sanctifié;
que ton règne vienne;
que ta volonté soit faite sur la terre comme au ciel.
Donne-nous aujourd'hui notre pain quotidien;
pardonne-nous nos offenses,
comme nous aussi nous pardonnons à ceux qui nous ont offensés;
ne nous induis pas en tentation,
mais délivre-nous du malin.
[Car c'est à toi qu'appartiennent, dans tous les siècles,
le règne, la puissance et la gloire. Amen!]


Padre Nostro, che sei nei cieli,
Sia santificato il tuo nome.
Venga il tuo regno,
Sia fatta la tua volontà,
Come in cielo, così in terra.
Dacci oggi il nostro pane quotidiano,
E rimetti a noi i nostri debiti,
Come noi li rimettiamo ai nostri debitori.
E non ci indurre in tentazione,
Ma liberaci dal male.
Amen.



Bahasa Portugis

Pai Nosso
Que estais nos Céus,
Santificado seja o Vosso nome.
Venha a nós o Vosso reino,
«Seja feita a Vossa vontade
Assim na Terra como no Céu.
«O pão nosso de cada dia nos dai hoje.
«Perdoai-nos as nossas ofensas
Assim como nós perdoamos a quem nos tem ofendido
E não nos deixeis cair em tentação
E livrai-nos do mal.
Amén.



Bahasa Spanyol

Padre nuestro, que estás en el cielo
Santificado sea tu nombre;
Venga a nosotros tu reino.
Hágase tu voluntad
En la tierra como en el cielo
Danos hoy nuestro pan de cada día.
Perdona nuestras ofensas,
Así como nosotros perdonamos a los que nos ofenden.
Y no nos dejes caer en la tentación;
Y líbranos del mal.
Tuyo es el Reino el Poder y la Gloria por siempre Señor,
Amen.



Bahasa Simalungun

Ham Bapanami na i nagori atas.
Sai pinapansing ma Goran-Mu.
Sai roh ma harajaon-Mu.
Sai saud ma harosuh ni uhur-Mu
i nagori tongah on songon na i nagori atas.
Bere Ham ma bannami sadari on hagoluhan ari-ari.
Sasap Ham ma dousanami,
songon panasapnami bani dousa ni hasoman, na mardousa dompak hanami.
Ulang ma bobai Ham hanami hu parlajouan,
tapi paluah Ham ma hanami humbani pangagou.
[Ai Ham do simada harajaon
ampa hagogohon ampa hasangapon sadokah ni dokahni.
Amen.]



Bahasa Karo

Bapa kami si ni surga.
GelarNdu i Pebadia min.
Reh lah min kinirajanNdu.
Seh lah min bagi peratenNdu
I doni enda bagi ni surga.
Bereken kami nakan cukup bas wari si sendah enda.
AlemiNdu salah kami bagi ni alemi kami salah kalak si lit man kami.
Ula min babaiNdu kami kubas percuban.
Tapi olangi lah kami idur si ilat nari.
[Sebab Kam kap si mada kerajaan ras kuasa ras kemulian si ndekah ndekah na.
Amin.]



Bahasa Sunda

Nun Ama di sawarga.
Mugi jenengan Ama nu suci dimulyakeun.
Karajaan Ama mugi rawuh.
Pangersa Ama mugi
laksana di dunya, sapertos di sawarga.
Mugi abdi dinten ieu dipaparin tedaeun nu picekapeun.
Sareng hapunten kalelepatan abdi, sakumaha abdi oge parantos ngahapunten ka nu gaduh kalelepatan ka abdi.
Mugi abdi ulah diterapan cocoba anu abot,
sawangsulna mugi di salametkeun ti panggoda Iblis.
[Wirehi nya Ama nu jumeneng Raja, kawasa sareng mulya, salalanggengna.
Amin.]



Bahasa Toba/Tapanuli

Ale Amanami nadi banua ginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu.
Sai ro ma harajaonMu.
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banua tonga on songon nadi banua ginjang.
Lehon ma tu hami sadari on hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami, songon panesanami di dosa ni dongan namardosa tu hami.
Unang hami togihon tu pangunjunan.
Palua ma hami sian pangago.
[Ai Ho do nampuna harajaon dohot hagogoon rodi hasangapon saleleng ni lelengna.
Amen.]

Lagu Pujian Rohani

1.Singing glory praise the Lord, hallelujah
Singing glory praise the Lord, hallelujah
Singing glory praise the Lord, hallelujah
Singing glory hallelujah praise the Lord
Oh my sister praise tha Lord, hallelujah
Oh my brother praise the Lord, hallelujah
Everybody praise the Lord, hallelujah
Singing glory hallelujah praise the Lord


2.Kau Yang Terindah Didalam Hidup Ini
Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau
Besar perkasa penuh kemuliaan
Kau yang termanis, didalam hidup ini
Ku cinta Kasu lebih dari segalanya
Besar kasih setiaMu kepada ku
Ku sembah Kau, ya Allah ku
Ku tinggikan namaMu selalu
Tiada lutut tak bertelut
Menyembah Yesus Tuhan raja ku
Ku sembah Kau, ya Allah ku
Ku tinggikan namaMu selalu
Semua lidah kan mengaku
Engkalah Yesus Tuhan raja ku